Breaking News

Orang Tua dan Satuan Pendidikan Diminta Tidak Memaksa Anak PAUD untuk Mahir Calistung

Andi Nurhilda Daramata Seto

SINJAI, Bakalbeda.com
-- Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Sinjai, Hj. Andi Nurhilda Daramata Seto, mengimbau kepada orang tua dan satuan pendidikan untuk tidak memaksa peserta didik PAUD agar mahir membaca, menulis, dan berhitung (Calistung).

Ia menekankan bahwa masa anak usia dini merupakan saat bermain dan belajar melalui kegiatan bermain.

Imbauan ini disampaikan oleh Hj. Andi Nurhilda Daramata Seto dalam acara pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan, Desa/Kelurahan yang berlangsung di setiap Kecamatan pada Rabu (2/8/2023).


Menurut Hj. Andi Nurhilda Daramata Seto, aturan ini sejalan dengan program Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI mengenai gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan.


Tujuan dari gerakan ini adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan anak usia dini.


Bunda PAUD ini juga menyoroti kebiasaan sebagian orang tua yang mengukur keberhasilan satuan PAUD dari kemampuan calistung anak pada saat tamat.


Ketika anak belum mampu membaca, menulis, dan menghitung pada akhir masa PAUD, orang tua sering merasa kecewa dan ragu untuk melanjutkan pendidikan anaknya di satuan PAUD.


"Kita harus menyadari bahwa di usia PAUD, anak-anak seharusnya lebih banyak bermain dan bersenang-senang daripada belajar calistung.


Memaksa mereka untuk menguasai calistung di usia dini dapat berdampak pada perkembangan kognitif mereka," ungkap Hj. Andi Nurhilda Daramata Seto.


Lebih lanjut, Hj. Andi Nurhilda Daramata Seto menekankan pentingnya memahami bahwa membangun kemampuan fondasi anak harus dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan, sesuai dengan tahap perkembangan mereka.


Oleh karena itu, Bunda PAUD dan tenaga pendidik diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada orang tua siswa mengenai pentingnya memberi anak kesempatan untuk bermain dan mengeksplorasi di usia PAUD.


"Sebagai Bunda PAUD dan tenaga pendidik, tugas kita adalah menciptakan pemahaman yang baik tentang pentingnya fase bermain dan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak usia dini. Ini akan membantu anak mengembangkan kemampuan dan potensi mereka secara optimal di masa depan," tandas Hj. Andi Nurhilda Daramata Seto.


Beliau juga menambahkan bahwa persiapan untuk memastikan anak memiliki kemampuan fondasi yang tepat memerlukan masa transisi yang baik, dengan menyelaraskan lingkungan belajar di satuan PAUD dan sekolah dasar (SD).


Dengan demikian, anak-anak dapat mengalami proses transisi yang lebih lancar dan lebih mudah menyesuaikan diri dengan pembelajaran di jenjang SD.


Dengan adanya imbauan ini, diharapkan masyarakat akan semakin memahami bahwa masa anak usia dini bukanlah waktu untuk memaksakan anak untuk menguasai calistung.


Sebaliknya, masa ini merupakan waktu yang berharga untuk membantu anak tumbuh dan berkembang melalui bermain sambil tetap menanamkan rasa senang dalam proses belajar.***



0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2023 - Bakal Beda