Breaking News

Kementerian BUMN Rencanakan Divestasi Saham PT Vale Indonesia Tbk Dengan Harga Lebih Rendah Dari Pasar

Kementerian BUMN Rencanakan Divestasi Saham PT Vale Indonesia Tbk Dengan Harga Lebih Rendah Dari Pasar

Bakalbeda.com
- Pada akhir bulan ini, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dijadwalkan akan menetapkan harga penawaran divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang diproyeksikan lebih rendah dari harga pasar.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, menyatakan rencana untuk meminta diskon kepada PT Vale Indonesia Tbk dalam upaya mendapatkan harga yang lebih kompetitif.

"Kita harus minta diskon. Penawarannya pasti lebih rendah dari pasar. Harganya belum ditetapkan, akan kami ajukan akhir Januari 2024 nanti," ujarnya pada perayaan HUT ke-2 ID FOOD di Jakarta.

Menurut data RTI, pada pembukaan perdagangan saham INCO, harga sahamnya mencapai Rp4.300 per lembar.

Meskipun demikian, negosiasi antara pemerintah dan Vale Indonesia masih berjalan sulit. Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa harga yang ditawarkan oleh Vale masih dianggap terlalu tinggi.

Erick Thohir menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menekan harga tersebut agar sesuai dengan harapan pemerintah Indonesia.

Meskipun pemegang saham Vale Indonesia, seperti Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd (SMM), telah menyetujui pelepasan 14 persen saham kepada PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, negosiasi tetap berlangsung.

"Pembicaraan masih berlangsung, dan kami terus berupaya. Kami ingin mendapatkan harga yang menguntungkan bagi Indonesia," jelas Erick dalam konferensi pers di Kementerian BUMN.

Pemerintah Indonesia telah menerima keputusan Vale untuk melepas hanya 14 persen dari 31 persen saham yang diinginkan oleh Kementerian BUMN.

Hal ini membuat penetapan harga divestasi menjadi krusial bagi kepentingan Indonesia.

Pelepasan saham Vale Indonesia merupakan syarat untuk perpanjangan kontrak yang akan berakhir pada 28 Desember 2025. Minimal 51 persen saham harus berada di bawah kendali pihak Indonesia. 

Dengan divestasi saham lanjutan sebesar 14 persen, Indonesia akan menguasai 54 persen saham Vale Indonesia, dengan rincian 34 persen dimiliki oleh MIND ID dan 20 persen diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Negosiasi harga divestasi ini menjadi sorotan karena berdampak signifikan pada kepemilikan saham Vale Indonesia oleh entitas dalam negeri, yang merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk memperkuat kontrol atas perusahaan tambang strategis ini.***

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2023 - Bakal Beda