Breaking News

Revitalisasi Sentra IKM Batik Maja Barama Wastra, Mojokerto: Menjadikan Kawasan Sebagai Sentra Percontohan Batik Modern


Mojokerto, bakalbeda.com
- Pemerintah Kota Mojokerto melalui Kementerian Perindustrian turut serta dalam upaya memajukan industri kecil dan menengah (IKM) batik di Sentra IKM Batik Maja Barama Wastra.

Program revitalisasi ini diharapkan dapat mengubah kawasan tersebut menjadi sentra percontohan batik modern.

Salah satu pelaku IKM batik, Kusrini, yang telah lama berkecimpung dalam dunia membatik, menyampaikan pengalamannya.

Meskipun usianya telah menginjak jelang 60 tahun, semangat dan keterampilannya dalam membatik tetap menginspirasi.

"Saya sudah lama bekerja membatik. Dulu keluarga saya punya usaha batik, yang kerja ada 50-an orang. Perempuan menulis dan mewarnai batik, laki-laki yang sudah tua nglorot batik atau nembok (stempel motif) batik cap," ujarnya.

Sentra industri kecil dan menengah batik tersebar di seluruh Indonesia, dan para perajin batik terus bertahan meskipun menghadapi tantangan, termasuk dampak pandemi COVID-19 dan persaingan dengan batik impor.

Dalam mengatasi hal ini, Kementerian Perindustrian turun tangan dengan memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang IKM.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menyatakan harapannya terhadap revitalisasi sentra IKM batik.

"Keberadaan sentra IKM batik diharapkan dapat melahirkan banyak diversifikasi produk batik seperti produk home decor, tas, sepatu, maupun busana yang akan dipasarkan secara luas, di dalam dan luar negeri," katanya.

Salah satu sentra batik yang mendapatkan perhatian dari program revitalisasi ini adalah Sentra IKM Batik Maja Barama Wastra di Kota Mojokerto.

Dalam peresmiannya pada tanggal 7 Februari 2024, Dirjen IKMA mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Mojokerto yang memanfaatkan anggaran DAK Fisik Bidang IKM 2023 untuk menyelenggarakan program revitalisasi di sentra tersebut.

Dana DAK tidak hanya digunakan untuk pelatihan dan pendampingan bagi pelaku IKM batik, tetapi juga untuk penyusunan layanan sentra, proses bisnis, branding, peluang kemitraan, dan ekspor.

Fasilitas gedung sentra IKM Batik Maja Brama Wastra diharapkan dapat membantu pelaku industri batik di Kota Mojokerto dalam meningkatkan kreativitas, produktivitas, dan berwawasan lingkungan.

Program revitalisasi ini sejalan dengan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia, Bangga Berwisata Indonesia, dan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Dengan peningkatan kapasitas IKM di sentra batik, peluang bisnis bagi para pelaku IKM Batik di Kota Mojokerto semakin terbuka, baik dari sektor pemerintah maupun swasta, pariwisata, dan masyarakat yang menginginkan keunikan produk batik khas Mojokerto.

Hingga tahun 2023, dari 201 sentra industri batik yang tersebar di 11 provinsi, terdapat 62 sentra IKM batik di Provinsi Jawa Timur, termasuk salah satunya di Kota Mojokerto.

Sentra IKM Batik Maja Barama Wastra diharapkan menjadi contoh bagi sentra lainnya dengan proses bisnis yang dikelola mandiri, akuntabel, profesional, dan menunjukkan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, pelaku IKM batik, dan pemangku kepentingan lainnya.

"Kami optimis, ke depannya akan banyak aktivitas ekonomi yang dapat dilakukan di gedung sentra IKM ini," pungkas Dirjen Reni Yanita.
 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2023 - Bakal Beda