Breaking News

Entri yang Diunggulkan

Rizal Ramli Meninggal Dunia karena Kanker Pankreas


Bakalbeda.com
- Pada Selasa malam, tanggal 2 Januari 2024, berita duka menyelimuti Indonesia dengan meninggalnya Rizal Ramli, mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Rizal Ramli diketahui telah berjuang melawan kanker pankreas stadium akhir selama beberapa bulan terakhir.

Kanker pankreas, yang sering dijuluki sebagai 'silent killer', telah menyita nyawa sejumlah besar penderita di seluruh dunia.

Profesor Ari Fahrial Syam, seorang Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), menyoroti kebutuhan akan edukasi masyarakat mengenai sifat penyakit ini yang sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awalnya.

Profesor Ari menjelaskan bahwa mayoritas penderita kanker pankreas tidak merasakan gejala apapun di awal perkembangan tumor, membuat banyak pasien datang ke dokter ketika penyakit telah memasuki tahap parah.

Dalam webinar yang diadakan oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Profesor Ari mengungkapkan bahwa 90 persen kasus kanker pankreas meninggal dalam tahun pertama karena seringkali terdeteksi terlambat.

Data dari Surveillance, Epidemiology, and End Result Program (SEER) di Amerika Serikat menunjukkan angka yang mengkhawatirkan dengan 57.600 kasus baru kanker pankreas dan tingkat kematian mencapai sekitar 47.050 atau sekitar 90 persen.

Di Indonesia sendiri, data dari Globocan 2020 mencatat 5.781 kasus baru dengan angka kematian mencapai 5.690 jiwa.

Profesor Ari juga menekankan beberapa gejala yang perlu diwaspadai terkait kanker pankreas, seperti nyeri ulu hati, gangguan pencernaan, penurunan berat badan, serta nafsu makan yang berkurang.

Namun, seringkali gejala-gejala ini sudah terlambat sebagai tanda-tanda penyakit yang lebih parah.

Sang profesor juga menyoroti kurangnya kesadaran terhadap gejala-gejala tersebut, terutama nyeri ulu hati yang sering diabaikan sebagai gejala sakit maag.

Nyeri ulu hati dapat menjadi salah satu tanda awal kanker pankreas karena posisi pankreas yang berdekatan dengan daerah tersebut.

Lebih lanjut, Profesor Ari menegaskan bahwa kanker pankreas sebenarnya dapat dicegah. Salah satu langkah preventif yang bisa diambil adalah menjaga pola hidup sehat.

Namun, tren gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi alkohol, dan pola makan tinggi lemak, terutama daging merah seperti steak, menjadi faktor risiko utama.

Meskipun usia di atas 55 tahun dianggap berpotensi lebih besar untuk kanker pankreas, namun tren gaya hidup yang tidak sehat di kalangan dewasa muda juga meningkatkan risiko terkena penyakit mematikan ini.

Konsumsi berlebihan daging merah dikaitkan dengan beban kerja berlebihan pada organ pencernaan, terutama pankreas, yang pada akhirnya dapat memicu perkembangan kanker.

Profesor Ari menutup dengan mengingatkan bahwa kesadaran akan gejala, pola hidup sehat, dan pemahaman tentang risiko kanker pankreas perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan yang efektif bagi masyarakat.***

0 Komentar

zumardiidra03
295
© Copyright 2023 - Bakal Beda